Banda Aceh — Setiap tanggal 15 Agustus, masyarakat Aceh memperingati Hari Damai Aceh sebagai momentum mengenang berakhirnya konflik berkepanjangan di Tanah Rencong.
Perdamaian Aceh berawal dari penandatanganan Nota Kesepahaman atau *Memorandum of Understanding* (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 di Finlandia, antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dengan fasilitasi mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari. Kesepakatan bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan perdamaian dan membuka lembaran baru bagi masyarakat Aceh.
Dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh, SMAN 7 Banda Aceh menggelar kegiatan kajian dan dzikir bersama di lapangan sekolah pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat perdamaian, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kedamaian dan persaudaraan kepada seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMAN 7 Banda Aceh berharap semangat perdamaian terus tumbuh dalam diri generasi muda, sehingga mampu menjaga kerukunan, mempererat persatuan, dan menjadi bagian dari generasi penerus yang mencintai Aceh yang damai.


Tuliskan Komentar Anda